Header Ads

https://bizlawnews.id/

Figur Anis Baswedan Kian Diperhitungkan di 2024

Anies Baswedan disebut-sebut berpeluang besar dalam pemelihan presiden 2024 seandainya dia diusung oleh partai politik maupun gabungan partai politik. Foto : Ist.

JAKARTA -
Figur Anies Baswedan sudah lama diwacanakan masuk bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Gubernur DKI Jakarta itu malah termasuk salah satu yang namanya unggul dalam sejumlah jajak pendapat. 

Elektabilitasnya di peringkat teratas, menyamai nama-nama populer yang sebelumnya ikut kontestasi Pilpres sebelumnya, seperti Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, maupun lainnya. 

Pengamat politik Tony Rosyid mengatakan, peluang Anies Baswedan yang bakal melenggang mulus di Pilpres 2024.

Menurut Tony, sosok Anies patut diperhitungkan oleh kandidat lainnya karena memiliki beberapa keunggulan.

Anies sebagai orang nomor satu di Ibu Kota Republik Indonesia (RI) memiliki citra yang terbilang positfif dan mengakar sangat kuat.

“Anies diuntungkan sebagai Gubernur DKI. Brand-nya lebih kuat,” ujar Tony, mengutip dari GenPI.co, pada Kamis, 16 September 2021.Kemudian Tony juga menjelaskan, Anies memiliki karakter dan kemampuan yang kuat untuk menciptakan simpati dari masyarakat luas. Sehingga sangat mudah bagi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu untuk menarik massa.

Sejauh ini Anies juga sosok yang tidak terikat pada partai politik (parpol) mana pun sehingga bisa dengan bebas mengusung Anies tanpa beban kepentingan politik yang terlalu berat.

“Anies tidak punya partai, sehingga parpol-parpol yang berminat akan mengusung Anies tidak punya beban,” kata Tony.

Lebih lanjut Tony menjelaskan soal waktu diadakannya pemilu yang sangat menguntungkan dan strategis bagi Anies.

“Seolah memberi kesempatan kepada Anies untuk mematangkan persiapan maju di pilpres 2024,” tuturnya.

Dengan waktu itu, Anies memiliki peluang untuk menebar citra politik dan branding, keliling Indonesia untuk menyapa calon pemilihnya, serta mengoptimalkan infrastruktur jaringan dari para relawannya.

Apalagi massa pendukung Anies dikenal fanatisme dan sangat militan. Tentu nantinya pergerkan mereka bisa jauh lebih optimal di berbagai daerah.

“Kami sama-sama tahu, para pendukung Anies memiliki fanatisme dan militansi sendiri. Selama ini mereka tidak terkoordinir dan terkonsolidasi,” imbuhnya.(HP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.