Header Ads

https://bizlawnews.id/

KPPU : Kemitraan untuk Mendorong UMKM Naik Kelas Saat Pandemi


JAKARTA -
Kondisi pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19 jadi perhatian khusus Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Karena itu perlu diambil berbagi langkah untuk menyelamatkan UMKM tersebut.

Ketua KPPU Kodrat Wibowo mengatakan kemitraan menjadi salah satu kunci untuk mendorong dan mendukung UMKM untuk naik kelas di masa pandemi COVID-19.

”Kemitraan akan lebih memudahkan setiap pelaku usaha untuk merencanakan pengembangan usahanya lebih tinggi lagi, sehingga kemitraan yang mungkin kita harapkan bisa menjawab tentang bagaimana caranya mendukung UMKM untuk naik kelas,” kata Kodrat dalam Webinar Nasional UMKM Naik Kelas Melalui Pengawasan Kemitraan, Selasa (14/9/2021).

Ia juga menjelaskan, kemitraan yang sehat didefinisikan sebagai bentuk kemitraan yang dijalankan prinsip-prinsip saling memerlukan, saling menguntungkan, saling mempercayai, dan saling memperkuat.

”Prinsip-prinsip itulah yang senantiasa kita harus lakukan bersama untuk diterapkan usaha dalam pelaksanaan kemitraan,” ujar Kodrat juga. Apalagi, katanya juga, dari pengalaman yang ada serta pelaporan dan penanganan perkara di KPPU, hubungan kemitraan usaha yang ada sekarang, seringkali berada pada posisi daya tawar yang lemah bagi para UMKM.

Dalam posisi inilah kemudian pemerintah menerapkan 1 tugas tambahan bagi KPPU sebagai pengawas kemitraan yang secara inisiasi sudah ada di dalam undang-undang 20 tahun 2008 tentang UMKM dan undang-undang 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

Kemudian, ujar Kodrat lagi, disusul oleh adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 2021, di mana KPPU sebagai pengawas kemitraan, pelaksanaannya tidak dapat lepas dari upaya-upaya kolaborasi yang ada pada stakeholder perekonomian nasional dan daerah.

Menurut Kodrat lagi, jika dilihat dari sejarahnya UMKM merupakan penyelamat bangsa. Misalnya dalam krisis tahun 1998 dan tahun 2008. Saat ini, katanya juga, jumlah pelaku UMKM di Indonesia semakin banyak, kata Kodrat tahun 2020 saja tercatat hampir 65 juta UMKM.

Namun berdasarkan hasil survei Bank Indonesia pada 2021 menyatakan bahwa sebanyak 87,5 persen UMKM di Indonesia yang jumlahnya hampir 65 juta itu terdampak pandemi COVID-19. Bahkan dari jumlah itu sebanyak 93 persen mengalami penjualan yang negatif.

”Untuk menyelamatkan kekuatan bangsa ini tentunya harus ada upaya kolaborasi yang baik antarpihak saling bahu-membahu saling melindungi saling membantu saling memberdayakan UMKM agar mampu bangkit kembali menggerakkan roda ekonomi Indonesia yang sedang dalam masa sulit,” tandasnya. (tim redaksi)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.