Header Ads

https://bizlawnews.id/

Mobil LCGC pun Akan Dikenai PPnBM


JAKARTA -
Mau beli mobil Low Cost Green Car (LCGC) karena budget terbatas? Sekarang saatnya! Pasalnya, pemerintah belum lama ini menyatakan akan memberlakukan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru.

Dengan skema pajak baru, untuk kendaraan jenis mobil LCGC akan dikenakan tarif tiga persen per 16 Oktober 2021. Sejak pertama kali lahir pada 2013 lalu, LCGC dibebaskan dari PPnBM. 

Tapi, dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2021, besaran PPnBM untuk mobil LCGC tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 pasal 25.

Disebutkan dalam aturan itu, LCGC dikenakan PPnBM dengan tarif sebesar 15% dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar 20% dari harga jual kendaraan bermotor.  Singkat kata, perhitungan PPnBM LCGC mulai bulan depan adalah sebesar 3%.

Simulasi penghitungannya, misalnya mobil LCGC dijual seharga Rp100 juta, maka PPnBM untuk mobil jenis itu adalah: 15% (PPnBM) X 20% (DPP) X Rp100 juta= Rp3.000.000. Artinya, harga mobil LCGC akan naik 3%. 
Kelompok LCGC harus memenuhi syarat tertentu, di antaranya:

a. Motor bakar cetus api (bensin) dengan konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 20 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200 (seribu dua ratus) cc; atau

b. Motor bakar nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 21,8 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 (seribu lima ratus) cc.

Saat ini, mobil yang termasuk kategori LCGC ada mobil 7-seater dan 5-seater. Untuk pilihan LCGC 7-seater ada Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. 

Sementara LCGC 5-seater ada Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, dan Suzuki Karimun Wagon R. Harga LCGC per September ini mulai dari Rp103,3 juta sampai Rp175,4 juta. 

Menanggapi skema baru tersebut, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengungkapkan, hal itu akan berpengaruh pada penetapan harga mobil LCGC yang dipasarkan. 

"Konsumen di segmen LCGC memang masih melihat harga sebagai salah satu faktor penting untuk pembelian. Maka dengan kebijakan itu akan berpotensi memberi dampak dari sisi penjualan,” ujarnya dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (16/9/2021).

Diketahui, penentuan tarif PPnBM kali ini bukan dihitung berdasarkan jenis dan kapasitas mesin mobil lagi. Melainkan tarif pajak akan dihitung berdasarkan emisi dan konsumsi BBM. Maka itu, saat ini pihaknya tengah menjalankan pengujian untuk model-model Honda di balai pengujian yang tersertifikasi. 

Sehingga setelah melakukan pengujian, besaran harga bisa ditentukan. "Tentunya seberapa besar perubahan harga nantinya akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku dan hasil dari pengujian,” imbuhnya.(RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.