Header Ads

https://bizlawnews.id/

Diduga Menggunakan Ijazah Palsu, Pemenang Pilkades PAW Desa Pakis Kabupaten Pati Dilaporkan ke Polisi

Fatkhur, Kuasa Hukum Widodo lawan politik pemenang Pilkades Desa Pakis, melaporkan Subiyanto ke Polres Pati atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Foto : WISNU / Pati. 

PATI 
- Kemenangan Subiyanto, sebagai Kepala Desa Pakis Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah, dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) nampaknya akan menjadi mimpi buruk. Hal itu menyusul lantaran dirinya harus dilaporkan ke penyidik Polres Pati, atas dugaan penggunaan ijazah palsu dalam pendaftaran pemilihan calon PAW-Kades.

Fatkhur, selaku kuasa hukum Widodo yang merupakan lawan politik Pilkades Subiyanto di halaman kantor penyidik Polres Pati usai memberi laporan mengatakan, laporan ini disampaikan oleh Widodo ke Polres Pati atas dugaan penggunaan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), yang digunakan oleh Subiyanto untuk mencalonkan diri sebagai Kades Pakis.

"Kami resmi melaporkan Subiyanto sebagai Kades terpilih dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) Pilkades di Desa Pakis, karena diduga Subiyanto telah menggunakan ijazah palsu dalam proses PAW Kades," ungkap Fatkhur kepada sejumlah wartawan Jumat (29/10/2021).

Menurutnya, dugaan penggunaan ijazah palsu itu diketahui atas dasar kecurigaan warga tentang legalitas ijazah yang digunakan oleh Subiyanto untuk mencalonkan diri dalam proses PAW pemilihan Kades. Dalam STTB itu tertera bahwa Subiyanto lulus pada 1974, sementara untuk sekolah itu baru berdiri 1972, dan baru beroperasi pada 1979.

"Jadi kami menduga ijazah yang digunakan palsu, karena tidak sesuai dengan tahun berdiri dan masa operasi sekolah tersebut," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Fatkhur, dari hasil koordinasi dengan pihak Kementrian Agama (Kemenag) mengatakan bahwa ijazah yang digunakan itu belum diakui oleh Pemerintah,  sehingga ada dugaan dari warga bahwa ijazah yang digunakan oleh Subiyanto palsu.

"Kami koordinasi dengan Kemenag, dan mengatakan bahwa ijazah itu belum diakui oleh Pemerintah, dan bahkan menyurat ke Bupati, namun tidak ada jawaban, sehingga kami melaporkan ke penyidik Polres," cetusnya. 

Sekedar diketahui, penghitungan suara hasil PAW Desa Pakis dengan dua kandidat yakni Subiyanto 108 suara dan Widodo Hariyadi 77 suara. Dengan hasil penghitungan tersebut Subiyanto menang dalam memperebutkan kursi kekosongan Kades setelah Kades sebelumnya meninggal dunia.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.