Header Ads

https://bizlawnews.id/

Meskipun Dikeluhkan, Kebijakan Wajib PCR Saat Akan Naik Pesawat Tetap Jalan Terus

Calon penumpang sedang mendaftar untuk melakukan test covid-19. Aturan wajib PCR dinilai memberatkan konsumen penerbangan, dan tidak mencerminkan asas keadilan. Foto : tempo

Jakarta -
Meskipun publik mempertanyakan dan menyayangkan kebijakan wajib negatif PCR saat akan terbang, tetap saja per Minggu (24/10) ini diberlakukan.  

Alibi dari kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, 2, dan 1 di Jawa - Bali itu untuk menekan penularan virus covid-19 atau sebagai bentuk kehati-hatian dari pemerintah di saat keadaan yang sudah membaik ini.

Namun, penggunaan PCR test dengan masa berlaku 2 x 24 jam itu dinilai menambah biaya lebih besar bagi konsumen penerbangan.

Sementara itu, bagi pelaku perjalanan darat dan laut, aturan Menteri Dalam Negeri itu mengharuskan bagi calon penumpang untuk sudah vaksin covid-19 minimal dosis pertama bagi di Jawa-Bali dan Non-Jawa Bali level 3 dan 4, ditambah dengan keterangan hasil negatif PCR 2 x 24 jam atau test antigen 1 x 24 jam.

Syarat perjalanan ini mendapat kritikan dari berbagai pihak lantaran dinilai tidak berkeadilan, lantaran khusus untuk penerbangan test antigen sudah tidak diakui lagi. Salah satunya berasal dari pengamat penerbangan Alvin Lie. 

"Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021 ini kontradiktif. Didalamnya menyebut banyak daerah yang mengalami perbaikan namun syarat untuk pengguna jasa transportasi udara justru diperketat mewajibkan semua penumpang wajib melakukan tes PCR tidak mengakui lagi tes antigen," kata Alvien Lie melalui keterangan resmi , Kamis (22/10/2021).

Ia juga menyarankan, agar aturan terkait dengan sektor transportasi ini sebaiknya dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan dan bukan dari Kementerian Dalam Negeri. Hal itu agar penyelarasan aturan teknis dibawahnya lebih cepat dan tidak tumpang tindih. 

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menilai syarat baru dari pemerintah ini merupakan prosedur yang penting dalam mengendalikan Corona. 

"Saya pikir kebijakan tes PCR negatif sebelum naik pesawat itu penting. Meski tubuh memproduksi antibodi dengan vaksin, tapi tidak serta merta mencegah penularan," kicau dia, melalui akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Jumat (22/10).

Zubairi juga mewanti-wanti masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan kendati kasus Covid-19 menurun cukup signifikan. "Sehingga, masker pun tetap wajib di tempat tertutup seperti pesawat," kata dia.

Unggahan Zubairi itu direspons akun Twitter mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti @susipudjiastuti. Susi lantas mempertanyakan alasan uji PCR di pesawat perlu, sementara moda transportasi lainnya diberikan opsi lain.


  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.