Header Ads

https://bizlawnews.id/

Pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Koripradiyo Pati Disoal; Sudah Tiga Tahun Belum Juga Rampung

Pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Koriprandriyo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terlihat mangkrak belum selesai pembangunannya. Gedung itu dibangun dari alokasi Dana Desa tahun 2018, 2019 dan 2020. Warga menuntut transparansi dalam pelaksanaan alokasi anggarannya. Foto : Wisnu Hendro/Pati.

PATI
- Proyek pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Koriprandriyo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah kini disoal. Pasalnya, proyek yang seharusnya sudah selesai dikerjakan namun sampai saat ini dinilai belum tuntas.
 

Proyek yang dikerjakan di bekas lapangan Desa Koriprandriyo dari tahun 2018, 2019, dan 2020 itu bersumber dari Dana Desa (DD). Dari pengamatan media, terlihat bangunannya belum 100 persen terselesaikan. Atap gedung belum terpasang, dan pengecatan hanya terlihat dari dinding depan saja.


Kepala Desa Koripandriyo, Sukahar saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, gedung serbaguna itu sampai sekarang belum selesai dan dikerjakan melalui pihak ketiga.

"Masih belum selesai dikontraktornya, karena sesuai informasi akhir Larto selaku pihak rekanan sudah diberikan uang Rp 500 juta oleh mantan Kades untuk melanjutkan proyek tersebut, namun ternyata di RAB-nya ditulis Rp 600 juta," ungkapnya.


Proyek itu dikerjakan dalam 3 tahap, pekerjaannya sempat mandek karena dari kontraktornya sendiri yang mengerjakan. "Untuk tahun 2021 saya tidak mau menganggarkan, karena pekerjaannya harus dilanjutkan dulu, dan 2021 ini saya akan lebih fokus ke pembangunan jalan," ujarnya.


Ditempat sama, Sekretaris Desa (Sekdes) Koripandriyo, Nur Habibi, menjelaskan, proyek itu dikerjakan melalui 3 tahap, untuk 2018 dianggarkan Rp 130 juta, 2019 dianggarkan Rp 400 juta, dan 2020 dianggarkan Rp 600 juta. "Sekitar Rp 1 Milyar, untuk 2018 baru pasang pondasi, 2019 mulai bangun tembok, dan 2020 pemasangan besi atap dengan panjang 25 meter, dan hanya dibuat rangka ke belakang," jelasnya.

Dirinya juga membantah bahwa proyek tersebut terbengkalai. Pasalnya, sebelumnya ada beberapa faktor yang membuat proyek itu tertunda, namun untuk saat ini sudah mulai jalan."Kalau dikatakan terbengkalai tidak, namun banyak faktor yang membuat tertunda seperti Pilkades, dan lain-lain, dan untuk uang pekerjaan juga sudah diserahkan ke kontraktor, sehingga sekarang sudah mulai jalan," jelasnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.