Header Ads

https://bizlawnews.id/

Pemilik e-Warong di Kecamatan Winong Pati Keluhkan Pengalokasian Rp250,- per KPM

Pemilik e-Warong di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengeluhkan adanya alokasi uang Rp.250,- per KPM yang disetorkan melalui Ketua Paguyuban e-Warong yang dikatakan untuk camat. Foto : IST. 

PATI
– Pemilik e-Warong (Elektronik Warung Gotong-royong) untuk Penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di wilayah Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah mengeluh. Hal itu menyusul adanya keharusan untuk mengalokasikan uang sebesar Rp 250,- per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Uang itu dikatakan untuk diberikan ke Camat. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pengalokasian uang sebesar Rp 250 itu diminta dari semua KPM melalui agen yang ada di wilayah Kecamatan Winong dan disetorkan melalui Ketua Paguyuban E-Warong, untuk diberikan ke Camat.

"Camat waktu itu katanya telpon ke Ketua Paguyuban, lalu disampaikan ke semua agen, untuk mengalokasikan anggaran Rp 250 per KPM, dan harus disetorkan ke Camat," ungkap salah satu satu pemilik E-Warong dengan nada takut kepada wartawan Jumat (8/10/2021).

Penyetoran uang sebesar Rp 250 per KPM itu bukan hanya berlaku di satu agen E-Warong saja, namun berlaku untuk semua agen yang ada di Wilayah Kecamatan Winong. Jika dalam satu agen menangani sekitar 100 KPM, apabila dikalikan Rp 250, itu artinya camat sudah mengambil keuntungan sebesar Rp 25 ribu/agen. 

Sementara Camat yang baru menjabat sekitar Juni 2021, meminta agar dihitung dari Januari 2021."Kalau hitungannya Camat meminta dari Januari, dan bayangkan jika tiap desa ada 3 sampai 5 agen, di Kecamatan Winong, itu artinya sudah jutaan uang hasil pungutan yang disetorkan ke Camat," ungkapnya. 

Sementara itu, Camat Winong Tikno ketika dikonfirmasi membantah adanya pungutan dari hasil BPNT yang disetorkan kepihaknya. Ia mengaku sejak menjabat di Kecamatan Winong hanya dikasih uang sebesar Rp 1 juta.

"Kalau saya menyuruh meminta Rp 250 per KPM itu tidak benar, saya hanya dikasih Rp 1 juta dari Ketua Paguyuban E-Warong, dan katanya itu untuk tambahan operasional saja," tandas Tikno. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.