Header Ads

https://bizlawnews.id/

Tempat Hiburan di Pati Belum Dibuka; Pekerja Mengeluh Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Hidup

Karyawan dan pemanduk karaoke di Pati menyampaikan aspirasinya ke pemerintah kabupaten karena tempat mereka masih ditutup dan belum ada solusi agar mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Foto : Wisnu Hendro/Pati.

PATI
-  Tempat hiburan karaoke di Kabupaten Pati, Jawa Tengah menjadi salah satu tempat usaha yang terkena dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pelaku usaha dan juga karyawan dan juga Pemandu Karaoke (PK) menjerit menerima imbas pemberlakuan PPKM itu. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Pati, masih belum mengizinkan tempat hiburan itu buka dan beroperasi meskipun sudah turun ke level 2 status PPKM di Kabupaten Pati.

Salah satu PK yang ditemui media ini, R, mengisahkan kondisinya sekarang. Ia merupakan seorang janda dua anak, sudah hampir delapan bulan tak bisa bekerja dengan tenang. Padahal dari pekerjaan itu, dirinya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Tidak pernah punya uang mas, tidak pernah kerja sama sekali, (Gak tau duwe duit mas, gak tau kerjo babar blas, red). Jika nekat kerja pasti ada razia setiap hari, aku sudah jual motor demi mencukupi kebutuhan keluarga," ungkapnya Sabtu (2/10/2021).

Bukan hanya dirinya, namun ia bersama dengan ratusan PK dan karyawan karaoke tak bisa bekerja lagi, bahkan dengan situasi yang terjadi ini membuat dirinya sempat frustasi karena menghadapi keadaan yang dianggap semakin sulit.

"Kondisi sulit semua mas, semakin hari justru semakin tak karuan, entah sampai kapan situasi ini berlangsung, terus solusinya gimana," keluh R kepada awak media.

Ia berharap, Pemerintah Kabupten Pati mau memberikan solusi dan ruang bagi para pekerja di tempat hiburan. Minimal ada peraturan pembatasan untuk buka, walaupun ada pembatasan waktu.

"Kami memohon para bapak pejabat mau memahami kesulitan dan keluhan kami, ada ratusan rekan-rekan yang bernasib seperti ini. Kalaupun belum diijinkan untuk dibukanya tempat hiburan, paling tidak pemerintah bisa memberikan solusi, supaya kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," harapnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.