Header Ads

https://bizlawnews.id/

Meskipun Tak Pakai Rompi, Bagi OPD Tak Capai Target PBB di Pemkab Pati Terus Dipantau


PATI 
- Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pati, kini tidak harus menanggung malu lagi. Hal itu menyusul lantaran Bupati Pati sudah memberikan kebijakan untuk tidak akan memberikan rompi lagi bagi OPD yang tidak mencapai target dalam penetapan pajak PBB. 

Kabid PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Udhi Harsilo menjelaskan, alasan tidak ada pemakaian rompi lagi terhadap OPD itu karena adanya masa pandemi, sehingga untuk pemakaian rompi di OPD ditiadakan.

"Bupati selalu menyampaikan berulang kali, dan pada masa pandemi ini, banyak Camat yang diterjunkan di lapangan untuk sosialisasi, namun kalau tetap tidak bisa capai target, dan itu dianggap belum lunas, maka akan disindir dan bagi OPD itu pasti akan malu," katanya. 

Kabid PBB dan BPHTB Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Udhi Harsilo. Foto : Wisnu Hendro

Hingga akhir tahun 2021 ini, tambah Udhi, masih ada 3 Kecamatan yang memiliki tunggakan piutang PBB, ketiganya yakni, Kecamatan Pati, Kecamatan Margorejo, dan Kecamatan Tayu. Sementara untuk Kecamatan Gabus baru terselesaikan.

"Target memang sudah tercapai, namun baku ketetapan belum tercapai dalam arti, misalnya di Kecamatan A bakunya Rp 1 milyar, dan targetnya mungkin Rp 750 juta, jadi tidak bisa dicapai untuk target ketetapannya," ujarnya. 

Untuk mengantisipasi tunggakan biar bisa tercapai, maka langkah yang dilakukan oleh pihak BPKAD akan ikut turun langsung ke lapangan dengan pihak kecamatan, untuk menanyakan, permasalahannya, dan ternyata yang menjadi alasan belum bayar karena jarak yang jauh, Wajib Pajak (WP) yang diluar daerah, perusahaan yang Pemiliknya berada diluar daerah.

"Bagi pemilik tanah yang berada di luar daerah, maka kami mohon dengan Pemdes agar mendata, dan kami akan bantu untuk penagihan, padahal sekarang ini untuk pembayaran sangat mudah, bisa dilakukan di semua Bank Jateng, Indomaret, dan aplikasi," jelasnya. (WISNU HENDRO)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.