Header Ads

https://bizlawnews.id/

Rekanan Menaikkan Harga, Pembangunan Pertashop Milik BUMDes Lumbungmas di Pati Terbengkalai

Lahan pembangunan pertashop milik BUMDes Lumbungmas, Desa Lumbungmas Kecamatan Puncakwangi, Pati, Jawa Tengah, terbengkalai dan ditumbuhi rerumputan. Proyek ini awalnya dianggarkan oleh BUMDes pada tahun 2020 dan sudah dalam tahap pembangunan fondasi. Namun, karena renanan menaikkan anggarannya, maka pihak BUMDes membatalkannya. Foto : Wisnu Hendro/Pati. 

PATI 
– Anggaran untuk pembangunan pertashop di Desa Lumbungmas, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah diduga kurang jelas pemanfaatannya. Pembangunan yang seharusnya sudah selesai dikerjakan, namun sampai sekarang belum juga dilanjutkan. 

Sebagaimana telah publik ketahui, pembangunan pertashop itu dianggarkan pada tahun 2020, yang bersumber dari anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan nilai ratusan juta rupiah. Hanya saja sampai saat ini untuk lokasinya hanya terlihat rumput belukar lantaran pekerjaan pertashop itu tidak ada kelanjutanya.

"Memang ada pembangunan pertashop yang bersumber dari desa, namun sampai sekarang belum ada fisiknya, dan lokasinya hanya ditumbuhi belukar," ungkap sumber yang enggan disebutkan beberapa waktu lalu. 

Ironisnya lagi, Kepala Desa (Kades) dan pengelola BUMDes yang seharusnya bertanggung jawab untuk melanjutkan pembangunan pertashop tersebut terkesan diam di tempat, sehingga ada dugaan, anggaran yang seharusnya untuk menuntaskan proyek pertashop itu sudah habis dan tidak lagi dilanjutkan.

"Kalau anggarannya masih, pasti sudah dilanjutkan, dan pertashop pasti juga sudah jadi, namun yang terlihat sekarang pembangunannya hanya mangkrak," ujar sumber lain. 

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Lumbungmas Sutikno ketika dikonfirmasi melalui pesawat selulernya meminta agar wartawan ini melakukan konfirmasi dengan Ketua Bumdes. "Njenengan tanglet ketua BUMDes Mas, pengelolane saking BUMDes (anda tanya ke Ketua BUMDes Mas, pengelolanya dari BUMDes)," ujarnya singkat.

Sementara Ketua BUMDes Lumbungmas Wartono membantah bahwa pertashop yang dibangun melalui dana BUMDes di Lumbungmas itu mangkrak, hanya saja sengaja dibatalkan dengan alasan karena terjadi perubahan anggaran yang diajukan pihak PT. "Intinya tidak sesuai MoU awal. Jadi kami batalkan karena dana tidak cukup jika mengikuti proposal terbaru," kata Wartono. 

Pertashop itu, lanjutnya, dikerjakan oleh PT Mutiara Tekhnologi Indonesia (MTI), dari anggaran tahun 2020. Pembangunan itu, untuk pondasinya sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 79 juta, dan sudah mengeluarkan dana awal (DP, red) ke PT MTI sebesar Rp 90 juta, hanya saja DP itu akan dikembalikan dan sekarang ini masih dalam proses permohonan pengembalian.

"Kalau MoU awal sekitar Rp 330 juta, belum termasuk pondasi yang kami bangun, tapi proposal terbaru naik Rp 100-an juta. Jadi dana gak cukup, sehingga sengaja dibatalkan," tandasnya. (WISNU)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.