Header Ads

https://bizlawnews.id/

Imbas Invasi Rusia ke Ukraina, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Dampak penyerangan Rusia terhadap Ukraina besar bagi perdagangan dunia. Perdangan gas alam, minyak bumi dan gandum menjadi terganggu. Foto : reuters.
JAKARTA - Dunia mulai memanas. Dua hari sudah pasukan Rusia sudah menyerang Ukraina. Kecemasan akan adanya ancaman perang dunia ketiga didengungkan berbagai kalangan.

Rusia sudah menguasai beberapa fasilitas strategis di Ukraina. Kini mereka sudah memasuki ibu kotanya, Kiev. Warga sipil pun menjadi korban invasi negara yang dipimpin Putin itu.

Dampak perang ini berimbas pula ke negara lain, termasuk Indonesia. Negara kita selama ini menjadi pengimpor gandum terbesar dari Ukraina.

Tak hanya gandum. Minyak dan gas pun kena imbasnya. Harganya mulai merangkak naik di pasaran dunia.

Melihat hal ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan pihaknya sedang menyiapkan langkah mitigasi. Komoditi yang berasal dari dua negara itu sangat berpengaruh pada perdagangan dunia.

Rusia penghasil terbesar kedua gas alam, dan ketiga terbesar untuk minyak buminya. 

Untuk produk gandung. Aktivitas ekspor Rusia dan Ukraina selama ini mencukupi 25% kebutuhan gandum dunia. 

Hal itu tentunya harus diantisipasi agar tidak semakin memberatkan rakyat yang saat ini sudah terdampak kelangkaan minyak goreng dan kedelai. Semoga pemerintah mampu untuk memenuhi hajat hidup orang banyak itu. (RD/SR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.