Header Ads

https://bizlawnews.id/

Akankah Masalah Banjir Rob dan Kemiskinan Ekstrim Pengaruhi Ganjar untuk 2024?

Ganjar Pranowo lebih diunggulkan untuk dicalonkan sebagai RI-1 pada Pilpres 2024 dari PDI Perjuangan. Foto : Ist.

Jakarta -
Politik memang menarik. Semua hal yang terkait dengan seorang figur politik terkesan menarik untuk dibahas dan disangkutpautkan dengannya.

Kali ini, figur Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang banter didengungkan untuk melenggang sebagai calon RI-1 maupun RI-2 di 2024. Selain dimunculkan ke permukaan soal "gesekan" dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, kali ini Ganjar diminta untuk memberesi persoalan banjir rob yang beberapa hari terakhir menerjang Semarang. 

Tak hanya itu, Ganjar juga diminta untuk memperhatikan kesejahteraan warganya lantaran beberapa kabupaten di Jateng masuk kategori kemiskinan ekstrim.

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies (IPS) Arman Salam mengatakan bahwa publik nampaknya belum banyak mengetahui bahwa selama menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjat tidak begitu memiliki prestasi kepemimpinan yang spektakuler.

Padahal kata Arman, sampai saat di Jawa Tengah masih banyak masalah yang belum terselesaikan dengan baik. Ia berpandangan, berbagai masalah itu akan berbahaya bagi masa depan pencapresan Ganjar.

"Publik juga belum tahu atau meraba apa prestasi spektakuler dari kinerja yang ditorehkan oleh seorang Ganjar Pranowo," tandas Arman, Kamis (26/5).

Lebih lanjut Arman mengatakan, ada beberapa fakta masalah yang membahayakan Ganjar, diantaranya: kemiskinan ekstrem yang meningkat tajam di Jawa Tengah hampir 400 persen dalam setahun dari angka 5 kabupaten kota meningkat menjadi 19 kabupaten kota yang masuk prioritas.

Terbaru, kata Arman adalah masalah banjir rob yang berujung tanggul jebol di pelabuhan Tanjung mas Semarang.

Analisa Arman, akan ada banyak informasi terkait dengan Jawa Tengah yang akan dikapitalisasi oleh lawan politiknya untuk menggerus popularitas Ganjar.

"Ganjar mesti waspada jika sampai berita berita yang berkaitan langsung dengan pelayanan yang buruk bagi masyarakat dikapitalisasi lawan politiknya," pungkas Arman. (RM/GR)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.