Header Ads

https://bizlawnews.id/

Deklarasi Dukung Anis di 2024; "FPI Reborn" Mengapa Aksinya Tak Dibubarkan?

Aksi massa yang mengatasnamakan FPI Reborn menggelar aksi dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Jakarta -
Lagi-lagi pihak-pihak tertentu berada di belakang aksi dukungan politik bagi Gubernur Jakarta untuk maju sebagai salah satu kandidat calon Presiden di 2024. 

Massa aksi ini dengan berani menamakan diri sebagai "FPI Reborn" menggelar aksi mendukung Anies Baswedan untuk maju di Pemelihan Presiden 2024 pada Senin (6/6) di seputar patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. 

Saat dilihat di lapangan, puluhan massa itu bukan mencerminkan anggota FPI selama ini. Terlihat ibu-ibu yang bajunya putih, namun bawahannya celana panjang bermotif hadir di rombongan itu. Terlihat, itu seolah bukan massa FPI yang selama ini diketahui mayoritas kaum Adam. Apabila ada kauh Hawa, cara berpakaiannya pun tidaklah demikian. 

Sewaktu wartawan mengkonfirmasi massa FPI Reborn, ada seorang ibu-ibu yang namanya tidak mau diungkapkan, mengatakan mereka ikut-ikutan saja. Awalnya dijanjikan ziarah di Luar Batang, namun tiba-tiba diminta untuk aksi dukung Anies 2024. Ia juga mengungkapkan diberi uang Rp100 ribu untuk melakukan aksinya itu. "Berangkatnya juga menggunakan bus AC," ujarnya.

Ibu itu juga menyampaikan agar jangan difoto kepada Lembaga Informasi Persaudaraan (LIP) yang ikut menggali informasi darinya. 

Sementara itu, LIP mengungkapkan keheranannya mengapa ada pihak yang mau mendanai aksi yang mengatasnamakan organisasi yang sudah dinyatakan terlarang dan dibubarkan itu. Padahal, publik mengetahui, simbol atau hal-hal yang terkait dengan FPI sudah dilarang dan kalau ada akan dibubarkan oleh aparat keamanan. 

Namun, mengapa adalam aksi yang digelar Senin (6/6) itu aparat keamanan dari Kepolisian tidak membubarkannya. Hal itu diungkapkan DPP LIP dalam cuitannya di twitter. 

“Mereka melakukan pemberitahuan ke Polda bahwa mereka (mengaku) FPI akan melakukan Aksi. Apa Polda tidak bisa membedakan mana Real mana Fake? Dan strategi apa yg mereka mainkan sehingga mau membayar banyak masa & mengaku sbg FPI?,” tulis LIP lewat akun Twitter-nya @DPP_LIP. Tak hanya itu, LIP mengaku heran polisi membiarkan penggunaan atribut mirip Ormas terlarang FPI dalam acara itu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.